Berkreasi Dengan Kayu, Ciptakan Kerajinan Tangan Yang Mendunia

berkeasi-dengan-kayu
Google.com

Sebagai salah satu negara yang tercatat dalam pengekspor kayu terbesar ke-17 di dunia. Indonesia, jelas memiliki peranan yang cukup penting perihal bagaimana mengolah bahan baku kayu dengan bijak, tanpa merusak tatanan ekosistem alam. 

Dengan kekuatan sumber daya alam yang melimpah ruah, Indonesia sangat memiliki potensi dalam memajukan ekonomi negara yang salah satunya bersumber dari bahan baku kayu.

Fakta di lapangan, menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, perekonomian Indonesia memang melemah dan menjadi lesu. Namun, ada kabar baik di tengah kondisi ini, yakni nilai ekspor produk Industri Kehutanan Indonesia ke seluruh dunia mencapai 11.6 miliar dolar AS pada 2019 dan naik hampir dua kali lipat sejak implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) tahun 2013.
Pengelolaan produk kehutanan sudah lebih baik dari sebelumnya, hal ini dibuktikan dengan proporsi pembalakan liar menurun dari 80 persen menjadi 29.1 persen di tahun 2019.

Awal Mula Kerajinan Kayu Di Indonesia

sejarah-kerajinan-kayu-indonesia
Google.com

Pertumbuhan kerajinan kayu di indonesia, khususnya bertempat di sebuah desa bernama Singakerta, Indramayu, Jawa Barat. Berangkat dari bentuk-bentuk seni tradisi yang merupakan kekayaan budaya sebagai landasanya. Terdapat penjelasan di dalam sebuah buku yang berjudul “Seni Hias Damar Kurung” yang membahas tentang seni tradisi. Seni tradisi dijelaskan merupakan kekayaan budaya yang dipergunakan sebagai  landasan pertumbuhan seni daerah yang tumbuh dengan subur sejak jaman dahulu menjadi kekuatan lokal. Penjelasan buku tersebut sangat penting, artinya dalam penelitian ini erat kaitannya dengan pembahasan tentang bentuk-bentuk seni tradisi yang berhubungan dengan landasan seni kerajinan yang berkembang di Singakerta. Seperti yang dikatakan Gustami dalam bukunya, “Seni Kerajinan Mebel Jepara” menjelaskan tentang bentuk-bentuk seni ukir yang dipergunakan pada mebel yang diambil dari bentuk  tradisi atau seni hias tradisi latar belakang.

Berawal dari keluarnya pemilik dari perusahaan mebel, kemudian ia berinisiatif untuk mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat sebagai usaha mandiri. Di desanya, terdapat kayu yang tidak terpakai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk produksi. Produksi pertamanya adalah kursi santai, kemudian semakin berkembang dengan produk-produk yang lain.

Kerajinan kayu merupakan pembuatan barang-barang yang berbahan dasar kayu dan dihasilkan melalui keterampilan tangan manusia. Misalnya pembuatan barang bahan kayu yang berupa relief, patung dengan motif binatang kaki empat dan binatang laut yang dihasilkan melalui keterampilan tangan manusia. Selain pengertian di atas, membutuhkan teori sebagai pendekatan agar sasaran yang diinginkan dapat tercapai. Penggunaan beberapa teori selalu ada kaitannya dengan sasaran yang telah ditentukan, misalnya bahan kayu yang bagus untuk dibuat kerajinan kayu adalah kayu jati, kayu eboni dan kayu maple.

Kerajinan kayu Indonesia berbeda-beda di setiap daerah. Seperti kerajinan kayu khas Kalimantan yang sangat unik dan kreatif. Hasil kerajinan kayu dari Kalimantan misalnya anyaman tas, patung maupun kerajinan unik lainnya. Namun, menurut keterangan warga Kalimantan, kerajinan kayu dan barang kerajinan ini bersifat sekunder. Artinya pembuatan kerajinan kayu merupakan pekerjaan sambilan dan membutuhkan waktu yang lama. Secara otomatis harga jualnya juga ikut tinggi.

Bahan untuk membuat kerajinan kayu di Indonesia khususnya daerah Kalimantan biasanya diambil dari hutan adat setempat. Pengambilannya tidak secara masal, namun sesuai kebutuhan adat. Hal inilah yang menjadi faktor pengaruh masih lestarinya hutan adat di Kalimantan.

Tidak sedikit dari produk hasil olahan kayu di Indonesia yang ternyata sudah mendunia lho! Yuk simak apa saja sih produk lokal karya anak bangsa yang berhasil merambah hingga ke luar negeri.

Bukti Kerajinan Tangan Kayu Asli Indonesia Yang Mendunia

Tidak main-main, kualitas kayu dan olahan yang dibuat langsung oleh tangan-tangan pengrajin asal Indonesia semakin diakui oleh bangsa kita sendiri bahkan bangsa asing. Selain karena kualitas dan manfaatnya yang nyata, terdapat nilai seni yang ada di dalam produk-produk tersebut. Maka tidak heran, banyak sekali negara lain yang tertarik untuk membeli berbagai produk sebagai kebutuhan sehari-hari atau menjadikannya sebagai hiasan dekoratif untuk mempercantik interior dan eksterior untuk tempat tinggal, kantor, restoran dan lain sebagainya.
Sebagai contoh, berikut kami rangkum berbagai kerajinan tangan asli Indonesia yang diminati pasar mancanegara

1. Topeng Kayu Dan Wayang Golek

topeng-kayu
Google.com

Kerajinan kayu Indonesia juga erat kaitannya dengan seni peran dan pertunjukkan di Nusantara. Mulai dari topeng sebagai teater maupun tari, hingga wayang golek merupakan berbagai bentuk kerajinan kayu Nusantara yang berkaitan dengan seni pertunjukan tradisional di Nusantara.
Kini, berbagai topeng kayu tradisional dan juga wayang golek selain digunakan untuk pertunjukkan juga digunakan sebagai dekorasi interior karena keindahannya.

2. Kerajinan Kayu Gebyok Jawa

gebyok-jawa
Google.com

Jika kamu mengunjungi rumah-rumah tradisional bergaya khas Jawa, maka kamu akan melihat salah satu ciri khas dari rumah ini terdapat pada pintunya. Umumnya, pintu pada rumah tradisional bergaya khas Jawa terbuat dari kerajinan kayu Gebyok yang sangat indah.
Terbuat dari ukiran kayu yang sangat detail dan padat dengan pola yang umumnya simetris, industri kerajinan gebyok hingga kini masih terus hidup karena minat masyarakat akan produk kerajinan ini masih ada. Bahkan kerajinan kayu Gebyok Jawa kini.

3. Kerajinan Kayu Asmat

asmat-papua
Google.com

Suku Asmat asal Papua merupakan salah satu suku di Indonesia yang termasyhur akan kemampuannya memproduksi kerajinan kayu terbaik. Ukiran kayu suku Asmat sangat digemari bahkan hingga mancanegara. Produk ukiran kayu asal suku Asmat umumnya berbentuk dekorasi, aksesoris, dan kebanyakan patung-patung dengan simbol etnik khas suku Asmat yang sangat indah.

4. Jam Tangan Kayu

jam-tangan-kayu
Google.com

Jika kerajinan kayu Indonesia sebelumnya merupakan kerajinan tradisional yang berkembang dari kebudayaan, kerajinan kayu satu ini merupakan bentuk modern dari kreativitas masyarakat Indonesia dalam membuat kerajinan. Jam tangan kayu ini tak hanya memiliki nilai fungsi yang baik, tetapi nilai seni yang tinggi sehingga bisa menjadi pilihan fashion item anti-mainstream. Tak heran, Matoa sebagai salah satu pelopor pembuat jam tangan kayu asli Indonesia yang dikerjakan langsung oleh artisan-artisan lokal, kini tengah digandrungi dan diminati, khususnya oleh para milenial hingga generasi dibawahnya.

5. Kacamata Kayu

kacamata-kayu
Google.com

Selain jam tangan kayu, kerajinan kayu Indonesia dalam bentuk modern yang kini tengah hits lainnya adalah kacamata kayu. Beranjak dari berbagai produk dekorasi rumah, kerajinan kayu Indonesia mulai merambah ke industri aksesoris fashion, Dengan ciri khas yang unik, kacamata kayu produk lokal ini, mampu bersaing dengan berbagai produk fashion lain produksi luar negeri.

6. Ukiran Kayu Tradisional Khas Nusantara

ukiran-kayu-nusantara
Google.com

Hampir setiap daerah di Nusantara memiliki kerajinan kayu khas masing-masing. Umumnya kekhasan dari kerajinan berbahan dasar kayu di Nusantara bisa dilihat dari ukirannya. Mulai dari bentuk, pemilihan motif, hingga teknik pengukiran di Nusantara sangatlah khas. Seperti pada ukiran lemari pajang khas Sumatera Selatan hingga berbagai ukiran dekorasi-dekorasi Jepara. Hal inilah yang membuat setiap kerajinan ukir kayu di Indonesia memiliki nilai lebih masing-masing.

7. Perabotan Jati Jepara

perabotan-jati-jepara
Google.com

Sudah sejak lama Jepara terkenal akan kerajinan kayu jatinya. Jepara banyak memproduksi kerajinan kayu yang umumnya berbentuk perabot rumah tangga seperti kursi, meja, lemari, hingga tempat tidur tingkat. Dengan kualitas kayu jati terbaik, kerajinan kayu perabot furniture asal Jepara juga terkenal akan presisi dan tingkat kerapian pengerjaannya, sehingga produk ini sangat digemari oleh masyarakat di Indonesia, bahkan di luar negeri.

Berbagai Asupan Ide Untuk Membuat Kerajinan Kayu Sendiri Di Rumah

Berbagai jenis kerajinan tangan berbahan dasar kayu yang disebutkan diatas, bukan satu-satunya kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia. Masih ada banyak sekali produk lokal kayu seperti lampu hias, mainan kayu, case handphone kayu dan aksesoris gelang, kalung dan anting yang bisa dengan mudah kamu temukan di berbagai pusat perbelanjaan laring maupun daring.

Dari sekian banyaknya bukti kerajinan kayu diatas, adakah yang membuat kamu tertarik untuk mencoba salah satunya?

Mungkin, ada beberapa ide dari kami yang dapat menginspirasi kamu untuk membuat kerajinan kayu yang mudah dan sangat simple untuk kamu lakukan dirumah

1. Asbak Kayu

asbak-kayu
Google.com

Kerajinan tangan yang satu ini pastinya dibutuhkan bagi perokok aktif yang berada di lingkungan sekitar kamu. Asbak berbahan dasar kayu ini memiliki jangka waktu kegunaan yang sangat panjang karena dapat dirawat dalam jangka waktu yang lama.

Kerajinan tangan berupa asbak ini dapat dibuat sendiri menggunakan bahan yaitu pernis, bambu bekas dan kayu bekas. Sedangkan alatnya adalah lem kayu, gergaji, pisau, dan gunting. Pastikan kamu sudah mempersiapkan bahan dan alat tersebut sebelum melakukan pembuatan kerajinan. Cara pembuatan asbak dari kayu adalah sebagai berikut :

  • Buatlah kerangka dengan membelah papan dengan lebar 2,5 cm dan panjang 12 cm. kemudian potong ujung papannya dengan bentuk miring dan buat 8 buah potongan sehingga membentuk 2 kotak. Kemudian tempel masing-masing bagian menggunakan lem kayu. Ini akan menjadi bagian kerangka asbak.
  • Kemudian potong bambu secara tipis dengan panjang sekitar 7 cm.
  • Tempelkan potongan bambu di sekeliling kerangka dalam kayu menggunakan lem kayu pada bagian atas dan bagian bawah.
  • Setelah semua bagian asbak telah terpasang, lumuri bagian asbak dengan lem kemudian amplas hingga halus.
  • Lumuri pernis pada semua bagian asbak agar tampak lebih mengkilap.
  • Potong bagian lis bambu yang telah dipotong lalu tempelkan pada sekeliling asbak sebagai tempat rokok.

2. Cincin Kayu

cincin-kayu
instagram.com/leafseed.co/

Bagi kamu yang menyukai aksesoris etnik, seperti cincin berbahan kayu. Kamu juga bisa membuatnya sendiri dari bahan-bahan kayu bekas yang sudah tidak terpakai lho! Sebagai contoh, jika kamu menemukan atau bahkan memiliki sebuah papan skateboard yang sudah tidak terpakai, jangan langsung dibuang begitu saja ya! Kamu bisa memanfaatkan benda tersebut untuk kamu jadikan aksesoris cincin kayu. Hal ini dikarenakan, papan skateboard yang rata-rata diolah dari kayu jenis maple, memiliki rupa-rupa warna dan motif yang indah. Sehingga, lebih mudah untuk kamu jadikan cincin, karena kamu tidak perlu repot untuk memberi warna, dibandingkan saat kamu mengolahnya langsung dari kayu mentah.
Penasaran bagaimana cara membuat cincin dari kayu papan skateboard? Berikut penjelasannya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kayu bekas skateboard, amplas, lem super glue, cat semprot basics clear (vernis) dan alat pemotong kayu.

Langkah-langkah pembuatan cincin kayu:

  • Buatlah desain sketch manual pada kertas, sesuaikan dengan model cincin yang kamu inginkan.
  • Potong papan kayu skateboard menggunakan alat pemotong kayu, sesuai dengan desain yang telah kamu buat
  • Potongan yang sudah terbentuk, harus dirapikan dengan amplas agar permukaan kayu menjadi halus.
  • Siapkan cat semprot basics clear (cat semprot tanpa warna) lalu di pernis, agar cincin kayu terlihat mengkilap  
  • Keringkan cincin kayu tersebut selama minimal satu hari atau jika ingin lebih maksimal, keringkan selama dua hari.
  • Untuk membuat model yang bermotif, kamu bisa menggabungkan beberapa jenis kayu papan skateboard agar mendapatkan warna dan motif yang bervariatif lalu gabungkan dengan menggunakan lem super glue.

Berangkat dari ide yang kreatif sebagai sarana memanfaatkan papan kayu skateboard yang sudah tidak terpakai ini, ternyata bisa memberikan sebagian orang keuntungan materi, karena memiliki target pasar yang cukup luas dan diminati.

Inovasi cincin kayu ini, salah satunya datang dari dua muda kreatif asal Bandung yang mulai tertarik untuk melakukan sebuah kreasi dari hobi yang biasa mereka lakukan, yakni bermain skateboard. Proses kreatif yang dimulai pada tahun 2019 ini, akhirnya berhasil dijadikan sebagai ladang bisnis untuk menjual cincin kayu yang harganya ditaksir sekitar Rp.70.000 – Rp.150.000 melalui daring sosial media Instagram, bernama @leafseed.co
Lihat lebih banyak koleksi lain dari mereka, yang mungkin akan menginspirasi kamu dalam membuat kerajinan kayu lainnya.

3. Lampu Hias Kayu

lampu-hias-kayu
Google.com

Lampu kayu sebagai hiasan ini juga bisa dibuat sendiri dirumah lho! Alat yang diperlukan adalah gergaji, lem, bor, paku, cat, amplas, cutter, dan palu. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan lampu hias ini adalah kayu, triplek, lampu, dan tempat lampu. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut :

  • Buat kerangka lampu dengan menyiapkan 4 buah potongan triplek ukuran 30×13 cm kemudian siapkan lis kerangka lampu dengan memotong 8 buah triplek dengan ukuran 14×3 cm.
  • Kemudian buat fitting lampu dengan memotong 4 triplek ukuran 12×3 cm kemudian potong satu triplek lagi dengan ukuran 12×12 cm untuk tatakan lampu.
  • Kemudian lubangi semua triplek kerangka lampu dan rapatkan semua bagian tersebut menggunakan lem.
  • Setelah itu paku setiap bagiannya agar lebih kuat.
  • Amplas kotoran yang terdapat pada kayu hingga hilang dan tampak lebih halus.
  • Kemudian cat triplek sesuai dengan keinginan atau sesuai dengan tema kamar Anda
  • Tahap terakhir adalah pasang lampu dan tempatnya sehingga bisa langsung digunakan.

Berbagai hasil kerajinan tangan dari kayu di atas, dapat menjadi salah satu alternatif desain bagi kamu agar tidak harus selalu menggunakan bahan dasar yang sudah banyak di pasaran. Menggunakan kerajinan tangan ini juga dapat menjadi salah satu penghargaan kamu terhadap para seniman di Indonesia yang bergelut di industri kayu.

Untuk kamu ingat, bahwa setiap kreativitas yang dibuat oleh para pengrajin, khususnya pengrajin lokal, sejatinya perlu sebuah apresiasi.
Memberikan apresiasi pada karya orang lain harus dimulai dari diri sendiri. Penghargaan untuk mau mengakui, menghargai dan memberi ruang-ruang berinovasi pada mereka yang berkarya.

Sama seperti kita ingin dihargai, sikap apresiasi juga ditunggu-tunggu oleh yang lain. Saat karyanya terpampang, dipamerkan, atau mendadak tenar karena pemberitaan media nasional maupun sosial. Mereka yang telah bekerja keras membutuhkan pujian dan dukungan untuk mengembangkan karyanya lebih baik lagi. Mungkin saja, sedikit support dari kita akan menjadi pelecut semangat hingga menjadikan karyanya lebih baik.

Namun efeknya tidak berhenti sampai di sini saja. Membiasakan diri memberi apresiasi juga membuat hati ini lebih bersih dan damai serta memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Jauh dari rasa dengki atau iri. Di samping tentunya membuat mereka yang dihargai merasa bahagia. Merawat hubungan lebih harmonis dan hangat di antara sesama.

Tanpa ada apresiasi, barangkali kebudayaan manusia akan bergerak lambat. Tidak ada ruang berkreasi, berekspresi dan berinovasi. Menghasilkan produk-produk yang mampu mengimbangi kebutuhan dari masa ke masa. Kebutuhan untuk memuaskan jasmani dan rohani, seperti karya seni.

Apresiasi itu tidak ada batasannya. Kamu  bisa melayangkan penghargaan pada pasangan, anak, keluarga, teman, mitra kerja, hingga sang maestro pujaan dalam rangka memacu mereka untuk menghasilkan produk-produk karya anak bangsa lainnya yang lebih beragam, bermanfaat dan memiliki nilai seni dan estetika yang tinggi.

Find our products on