Evolusi Jam Tangan Dari Waktu Ke Waktu

evolusi-jam-tangan-min
google.com

Sebuah laman resmi dari salah satu media di Indonesia, pernah memuat satu berita menarik tentang nyawa seorang wanita yang diselamatkan oleh jam tangan. Satu hal yang mungkin terlintas di benakmu, “kok bisa sih?”.

Menurut seorang saksi, ada seorang wanita di dalam sebuah maskapai penerbangan yang tiba-tiba mendadak pingsan dan tergeletak dalam kondisi kritis, ajaibnya nyawa wanita itu berhasil diselamatkan berkat sebuah jam tangan pintar, Apple Watch Series 4.

Ternyata, keajaiban tersebut berasal dari kecanggihan teknologi sebuah jam tangan dengan  monitor EKG internal yang dapat mendeteksi denyut nadi, sehingga para teknisi darurat dapat memiliki data detak jantungnya dan dengan sigap melakukan tindakan medis selama penerbangan berlangsung.
Inilah yang membuat Apple Watch dari Apple Inc menjadi sorotan, sebab memiliki sesuatu yang begitu jauh melampaui fungsi sebenarnya.

Mengikuti peradaban manusia yang terus berubah dan didukung oleh perkembangan zaman yang kian modern, ternyata beberapa merek jam tangan lain pun ikut berevolusi agar dapat menciptakan jam yang memiliki fungsi lebih dari sekedar penunjuk waktu. Maka kamu tidak perlu terkejut, saat mengetahui berapa kocek yang harus dikeluarkan untuk memiliki jam tangan eksklusif dan dilengkapi dengan berbagai keunggulan yang canggih. 

Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula jam tangan bisa berevolusi hingga hari ini? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

1. Model Jam Tangan Dahulu VS Sekarang

800px-sundial_2r-min
google.com

Sebelum ada teknologi seperti sekarang ini, orang-orang jaman dahulu menentukan waktu siang dan malam melalui sebuah jam matahari atau dikenal dengan istilah Sundial. Jam matahari pertama kali digunakan sekitar 3.500 tahun sebelum Masehi. Jam ini menunjukkan waktu berdasarkan pada posisi matahari. Caranya, dengan memanfaatkan bayangan yang jatuh pada permukaan datar yang kemudian ditandai dengan jam-jam dalam satu hari.

clepsydra-min
google.com

Kemudian sekitar 1400 SM, jam pasir pertama kali ditemukan di Mesir, tepatnya di kuburan Amenhoterp I. Orang Mesir kuno memang terkenal dengan kebudayaan dan intelektualnya yang tinggi. Peninggalan ini berupa bejana kecil berisi air yang mempunyai lubang di bagian bawahnya yang berguna untuk meneteskan air, disebut dengan Clepsydra.

Seiring perkembangan jaman, jam mulai ditemukan mulai dari jam saku hingga di abad ke-16 berupa “jam lengan” pemberian Robert Dudley kepada Ratu Elizabeth I dari Inggris. Meskipun banyak perdebatan tentang pencipta jam tangan yang pertama kali adalah Abraham-Louis Breguet yang membuat jam untuk Caroline Murat, saudari Napoleon dan ratu Napoli.

pasted-image-0-min
google.com

Penggunaan jam saku pada saat itu sedikit merepotkan, ditambah lagi semenjak Perang Dunia I dimulai. Jam tangan sangat diperlukan oleh para prajurit di medan perang untuk mengkoordinasikan taktik dan strategi. Karena banyak nya pria yang terjun menjadi tentara, popularitas jam tangan di kalangan pria pun semakin naik. Setelah selesai dengan Perang Dunia I, di tahun 1924 Kintaro Hattori memperkenalkan Seiko ke dunia. Jam tangan pertama yang menggunakan baterai sebagai penggeraknya. Mengalahkan jam tangan yang memiliki penggerak Automatic yang lebih dahulu tercipta.

Hingga pada tahun 1970 terciptalah jam tangan quartz yang semakin populer karena berbagai kelebihan dibanding dengan jam mekanikal. Kelebihan dari jam tangan quartz sendiri adalah tingkat akurasi nya yang baik, biaya produksi yang lebih kecil, sehingga mampu menurunkan harga jual dari pada jam tangan mekanik lainnya. Sebagai pemilik jam tangan quartz kamu juga tidak perlu berulang kali mengatur ketepatan waktu seperti yang biasa dilakukan pada jam tangan mekanikal. Daya tahan jam tangan quartz sangat tahan lama, ada yang bertahan hingga 1-2 tahun atau 2-3 tahun, bahkan untuk jam tangan dengan fitur Chronograph bisa bertahan hingga 4-5 tahun.

gshock-1983-min
google.com

Pada tahun 1983, Casio pun memulai debut nya dalam dunia jam tangan digital, dengan menawarkan jam tangan yang memiliki tingkat ketahanan atas benturan yang sangat kuat yang dinamakan G-Shock dengan baterai yang tahan hingga 10 tahun lama nya. Sampai saat ini jam tangan Casio G-Shock sangat digemari di seluruh dunia, bahkan dalam kalangan artis Hollywood.

2. Pengaruh Jam Tangan Terhadap Maskulinitas Dan Feminitas

PENGARUH-JAM-TANGAN-TERHADAP-MASKULINITAS_FEMINITAS-min
google.com

Pada hakikatnya, jam tangan bukanlah sebagai media penentu apakah seseorang tersebut merupakan pria atau wanita, karena sebuah jam tangan sama sekali tidak mengenal gender. Namun, terdapat esensi dasar dalam memilih sebuah fashion seperti pemilihan warna, model dan bahan, yang membuat perbedaan antara jam tangan untuk pria dan wanita.

Jam tangan pria memiliki beberapa ciri-ciri, seperti ukuran pergelangan tangan yang lebih besar, tali arloji yang lebar, desain yang simple dan sporty, kemudian pada umumnya berbahan metal, kulit atau canvas. 

Sedangkan jam tangan wanita, memiliki tali dan kepala jam yang lebih kecil, terdapat pilihan warna yang lebih beragam dari mulai terang hingga gelap, design yang berornamen lucu atau elegan, pada umumnya tali pada jam tangan wanita berbahan stainless, kulit, nilon, atau rubber.

Tapi, kamu tidak perlu terpaku dengan perbedaan jam tangan pria dan wanita seperti diatas. Pada era ini, jam tangan sudah menjadi bagian dari fashion yang merupakan pelengkap dalam menunjang penampilan agar semakin sempurna. 
Jam tangan bukanlah sekadar penunjuk waktu dan hiasan, lebih dari itu juga menjadi sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan identitas pribadi bagi kamu yang ingin tampil berbeda.

Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa beberapa lapisan masyarakat di Indonesia, masih banyak yang mengamini sebuah stereotip tentang bagaimana seharusnya pria dan wanita berbusana. Asumsi-asumsi yang umumnya berkonotasi negatif tersebut, ditujukan terhadap seseorang yang terlihat menonjol, berbeda dan berseberangan dengan nilai-nilai yang diyakini.

Peran maskulinitas dan feminitas inilah yang kerap menghalangi orang-orang untuk berekspresi, karena takut mendapatkan asumsi negatif dari lingkungan sosial.

Kini, kabar baik yang mulai bisa kita rasakan adalah stereotip nyatanya sudah mulai bergeser lho! Buktinya, sudah banyak orang-orang yang lebih inklusif dan mulai berani untuk menerima perbedaan.

Jadi, gak perlu lagi merasa takut dituding aneh atau gak wajar ya! Beranikan dirimu untuk mencari berbagai sumber inspirasi gaya berbusana, sebagai wujud kebebasan dalam mengekspresikan jati diri.

3. 4 Jenis Material Jam Tangan Yang Sering Digunakan

material-jam-tangan-min
google.com

Pada awalnya, gold merupakan material standar yang digunakan untuk membuat sebuah jam tangan. Namun, lama kelamaan semua mengalami perubahan begitu juga dengan material dari jam tangan. Didorong oleh perubahan trend fashion dan juga rasa penasaran para watchmakers untuk bereksperimen dengan berbagai material yang ada.

Pemilihan material sebuah jam tangan, merupakan hal penting yang harus kamu perhatikan, karena setiap material memiliki karakteristik yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Material juga memiliki pengaruh yang besar terhadap estetika dan ketahan jam tangan. 

Sebelum kamu memutuskan akan membeli jam tangan, ada baiknya untuk mempelajari lebih banyak mengenai material yang umum digunakan.

  • Stainless Steel 

Terbuat dari perpaduan besi-karbon yang dicampur dengan kromium dan nikel. Material ini merupakan salah satu material yang banyak digunakan, karena jam tangan berbahan stainless steel memiliki ketahanan yang baik, ringan, dan memiliki kilauan yang bisa bertahan lama. 
Material stainless steel biasanya hadir dengan dua jenis finishing, polished dan brushed. Polished stainless steel akan menghasilkan jam tangan yang berkilau, biasanya digunakan untuk dress watch. Sementara brushed stainless steel menghasilkan jam tangan yang lebih kasar, biasanya diaplikasikan pada jam tangan outdoor.

  • Emas

Emas putih dan emas kuning merupakan dua jenis material emas yang sering digunakan untuk jam tangan. Emas putih adalah logam asli yang dicampur oleh perak atau palladium. Jika kamu ingin tampil low-key, jenis emas putih ini bisa jadi pilihan karena dari jauh akan terlihat seperti material stainless steel. Emas kuning adalah gold 24 karat yang bisa membuat penampilan menjadi sedikit flashy dan mencuri perhatian banyak orang.

  • Karet

Ini merupakan material paling nyaman dan paling sering digunakan untuk strap. Terbuat dari silikon, karbon, hidrogen, dan oksigen, material ini waterproof dan ringan, sangat cocok untuk dive watch. Selain itu material rubber atau karet mempunyai keunggulan bisa dibuat dengan berbagai macam warna, yang tidak bisa diaplikasikan pada material lainnya.

  • Kayu

Material kayu untuk sebuah jam tangan adalah sebuah ide segar di tengah material-material lain yang sudah hadir sebelumnya dan menjadi tren terbaru dalam penggunaan material yang sustainable. Disamping itu, meningkatnya daya produksi dalam negeri untuk menciptakan produk industri, memberikan dampak kepada pesatnya perkembangan pasar jam tangan kayu di dalam negeri. Brand yang mengusung tema kayu seperti MATOA sudah membanjiri pasar tanah air maupun mancanegara. Dengan desain dan inovasinya yang unik, jam tangan kayu pun mendapatkan respon yang sangat besar dari Generasi Millenials, X dan Y, yang dimana mereka adalah remaja-remaja yang dalam kurun waktu hidupnya, sering melihat produk seperti smartphone yang terbuat dari material seperti metal dan silikon sehingga produk dengan pilihan material seperti kayu, menjadi hal baru yang menarik perhatian mereka. 

Selain tren bagi para pecinta fashion, sistem sustainable juga semakin berkembang pesat, karena dapat memberikan dampak positif pada ekonomi di Indonesia. Terutama pada daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, karena pada lokasi ini terdapat banyak sentra seniman pengrajin jam tangan kayu yang handal. Terdapat sebuah peluang untuk menciptakan sebuah desain yang dapat memberikan solusi lebih baik pada desain jam tangan kayu yang sudah marak di pasaran. Dengan menyematkan konsep dan proses industri yang tepat. 

Setelah mencermati berbagai jenis material untuk jam tangan, dapat kamu simpulkan bahwa material kayu memiliki keunikan lain dibandingkan material lainnya. Tentu, kamu ingin mengetahui lebih banyak bagaimana sebuah industri kreatif di Indonesia menjadi semakin pesat berkat pelaku bisnis yang menerapkan konsep sustainable product. Selain memiliki ciri khas ramah lingkungan, sustainability secara konsep bisnis juga memperhatikan isu sosial ataupun memberdayakan lingkungan sekitar, misalnya, tumbuhan dan pohon yang dihasilkan dari kekayaan hutan. Konsep ini pula yang semakin memajukan para seniman pengrajin tangan di Indonesia. 

4. Mengapresiasi Para Pelaku Kerajinan Tangan Di Indonesia 

apresiasi-pengrajin-min
google.com

Industri kerajinan tangan memiliki sejarah yang panjang, karena muncul pertama kali di zaman batu. Pada zaman tersebut, berbagai peralatan hidup manusia mulai dari tombak untuk berburu binatang dan alat-alat masak seperti piring terbuat dari batu.

Secara perlahan dan seiring kemajuan yang diperoleh manusia, maka mereka mulai memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, kayu, biji besi, tembaga, sutra dan bulu-bulu binatang serta serat tanaman. 
Oleh karena itu, industri kerajinan tangan atau yang juga dikenal dengan istilah craftsmanship memiliki sejarah yang panjang dan berumur lebih dari empat ribu tahun. 

Menurut para ahli, era Renaissance atau pembaharuan sangat berpengaruh bagi kesempurnaan seni kerajinan tangan. Selain sisi konsumsi, nilai seni sebuah kerajinan tangan juga sangat diperhatikan. Dengan kata lain, pada zamannya kerajinan tangan merupakan industri dan sumber penghasilan. Namun seiring kemajuan teknologi, nilai historis dan budaya sebuah hasil kerajinan tangan menjadi lebih menonjol. Menurut para pengamat, industri kerajinan tangan selain menjaga nilai-nilai keaslian budaya sebuah masyarakat juga memberikan nilai ekonomis. 

Salah satu industri kerajinan tangan yang saat ini banyak menarik perhatian berbagai kalangan adalah jam tangan kayu. Berbagai merek jam tangan kayu yang semakin meluas di pasaran nyatanya sangat membantu keberlangsungan hidup para pengrajin, karena mereka dapat memperoleh penghasilan berkat karya-karya berkualitas yang tentunya mengandung nilai seni. 

Saat kamu memutuskan untuk membeli sebuah jam tangan kayu yang dibuat secara handmade, jangan sekadar memakainya tanpa menjaga nilai seni dan kualitas yang terkandung di dalamnya ya! Penting untuk kamu mengetahui tips dan trik dalam merawatnya, berikut kami rangkum cara mudah merawat jam tangan kayu.

  • Bahan-bahan yang dibutuhkan

Air lemon secukupnya.

1 sdt minyak zaitun.

Wadah piring atau mangkuk berukuran kecil.

Q-tip (korek kuping) atau sehelai kain katun

  • Cara membersihkan

1. Ambil satu wadah kecil, tuangkan air perasan lemon dan 1 sendok teh minyak zaitun. Campur kedua bahan, aduk hingga larut merata;

2. Basahkan korek kuping atau kain katun yang sudah disiapkan tadi sebelumnya dengan campuran air perasan lemon dan minyak zaitun tadi.

3. Usapkan kain basah ini ke semua bagian jam, terutama bagian pergelangan rantai jam dan casing jam. Usapkan dengan gerakan pelan dan perlahan, pastikan semua debu dan kotoran yang menempel bisa terangkat dengan baik.

4. Terakhir, usapkan kain katun yang kering dan bersih untuk membersihkan sisa-sisa cairan campuran lemon dan minyak zaitun yang masih menempel di jam. Pastikan dengan seksama tidak ada residu atau sisa dari air lemon dan minyak zaitun.


Itu dia cara merawat jam tangan berbahan kayu yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika kamu memiliki berbagai benda hasil kerajinan tangan lain, jangan lupa untuk terus dijaga dan dirawat ya, agar masa pakainya semakin awet dan tahan lama. Selain manfaat yang bisa dirasakan, menjaga dan merawat kerajinan tangan merupakan bentuk apresiasi sekaligus mewujudkan rasa cinta kamu terhadap Tanah Air. Jadi, tidak ada salahnya untuk memulai langkah kecil, seperti membeli dan menjaga nilai seni dari kerajinan tangan nusantara. 

Kehadiran MATOA sebagai pioneer produsen jam tangan kayu berkualitas yang lahir di tengah-tengah maraknya industri kreatif, menambah deretan bukti adanya evolusi sebuah jam tangan yang semakin hari semakin inovatif, sekaligus membawa fakta bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dipenuhi oleh kreativitas tinggi. Yuk, mulai cintai produk dalam negeri!

Find our products on