image facebook pixel
Loading GIF - Matoa

A Short Trip to Surabaya


Pagi itu kami sudah bersiap-siap dan mengemasi segala keperluan kami untuk menuju kota Surabaya, perjalanan kami awali dari Bandara Husein Sastranegara. Tujuan dari perjalanan ini sebenarnya untuk mengunjungi salah satu stockiest terbaru kami, Sir Store. Namun, tentu kami tidak menyianyiakan momen ini untuk menjelajahi beberapa tempat menarik di Surabaya yang tak hanya memuaskan mata, tetapi juga mengenyangkan perut.

Terik panas matahari langsung menyambut begitu sesampainya kami di kota pahlawan, kami pun langsung menuju hotel untuk merehatkan diri sejenak. Jam demi jam berlalu, tak terasa matahari mulai terbenam dan sudah terdengar bunyi keroncongan dari perut kami, langsung saja kami bergegas merapihkan diri untuk menuju salah satu tempat kuliner yang cukup terkenal di Surabaya yaitu Nasi Cumi Waspada. Dulu tempat ini hanya dapat dikunjungi di tengah malam, namun kini siapapun dapat menikmati kuliner ini 24 jam nonstop. Makanan yang paling rekomendasi di tempat ini adalah Nasi Cumi Komplit, dan the best part dari kuliner ini tentunya cumi tinta hitam yang empuk dan gurih.

Setelah puas menikmati kuliner khas Surabaya dan perut kami sudah terisi energi kembali, kami memutuskan untuk berjalan-jalan santai di Jl. Gula, salah satu jalan yang cukup terkenal dengan pemandangan gedung-gedung tua peninggalan Belanda dan Cina. Sayangnya saat itu kami berkunjung di malam hari, sehingga tidak banyak spot yang dapat kami eksplor. Gedung-gedung tua tersebut dulunya merupakan gedung tembakau yang kini sudah tak terpakai lagi. Namun bagi anda yang memiliki hobi fotografi, kami pastikan pemandangan di jalan ini akan memuaskan mata lensa anda.

Kami pun melanjutkan eksplorasi kami menuju Jembatan Merah, jembatan ini merupakan saksi sejarah pertempuran heroik pada 10 November 1945 di Surabaya. Area sekitar tempat ini dahulunya terbagi menjadi wilayah, untuk bagian barat diperuntukkan sebagai daerah hunian dan perdagangan orang Eropa, sedangkan bagian timur menjadi kawasan hunian untuk orang Cina, Arab, dan Melayu. Namun di era modern sekarang jembatan ini berfungsi sebagai pusat perdagangan paling padat di Surabaya.

Hari sudah malam, dan lalu lalang jalanan kota Surabaya pun sudah cukup lengang, namun kami enggan buru-buru kembali ke hotel dan masih ingin menikmati suasana malam kota Surabaya. Kami pun melangkahkan kaki menuju Eclectic Too Bar & Pub yang tepat berada di Surabaya Town Square untuk menikmati segelas bir. Bagi anda pecinta beer dan wine, tempat ini cukup recommended, anda bisa menikmati aneka beer dan wine baik dari lokal maupun internasional, selain itu anda juga dapat menikmati aneka snack dan pizza di tempat ini. 

Matahari terbit membangunkan kami, hari ini merupakan hari terakhir kami berada di kota Surabaya. Sebelum menuju Bandara International Juanda, kami pun mampir sebentar ke Pasar Genteng untuk membeli sedikit oleh-oleh, letaknya yang berada di pusat kota Surabaya khususnya di Jl. Genteng Kali Surabaya menjadikan tempat ini mudah untuk ditemui oleh siapa saja. Setelah puas berbelanja, kami pun langsung menuju ke destinasi utama kami yaitu Sir Store. Concept store ini terletak di terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Juanda, di concept store ini anda dapat menemui produk ? produk fashion from head to toe dari berbagai macam brand salah satunya Matoa Indonesia, jadi bagi anda yang mungkin tinggal atau berlibur ke kota Surabaya, silahkan kunjungi Sir Store untuk mendapatkan koleksi kami. 

Waktu telah menunjukkan sudah saatnya kami kembali ke rumah kami, kota Bandung. Walaupun perjalanan yang kami lakukan hanyalah dua hari, namun perjalanan ini cukup memberikan sedikit kesegaran dan pengalaman seru. Mungkin dilain waktu kami bisa menjelajah lebih banyak kota ini, see you next time Surabaya!