image facebook pixel
Loading GIF - Matoa

Kisah Unik dibalik MATOA Kaili


Dibalik keindahan Indonesia, masih tersimpan budaya-budaya yang tak banyak diketahui orang. Misalnya provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki keragaman suku. Salah satu dari suku yang ada di Sulawesi Tenggara adalah suku Kaili. Pernah mendengar nama suku ini?

Suku Kaili adalah suku bangsa di Indonesia yang secara turun temurun tersebar dan mendiami sebagian besar dari Provinsi Sulawesi Tengah. Konon, banyak cerita menarik dari suku ini salah satunya tentang wanitanya. Zaman dahulu, remaja perempuan dari suku Kaili hidup sangat terbatas. Mereka dikurung dalam rumahnya, tidak diperbolehkan turun dari rumah tanpa memakai dua helai kain. Satu helai kain diikat diperut dan satu helainya lagi dipakai untuk menutup muka sehingga hanya dua mata yang nampak. Setelah menikah, mereka baru diperbolehkan turun dari rumah tanpa terikat oleh dua helai sarung. Seiring berjalannya waktu, wanita Kaili mulai dibebaskan untuk keluar rumah. Mereka mulai memperlihatkan kreativitasnya, salah satunya dengan menenun. Menenun sarung menjadi kegiatan para wanita disana dan dijadikan sebagai kerajinan khas masyarakat suku Kaili. 

Keindahan sosok inilah yang membuat kami terinspirasi untuk menciptakan MATOA KAILI. Penunjuk waktu ini memiliki desain yang minimalis dan ukuran mungil yang dapat memaksimalkan gaya feminin penggunanya. Meskipun memiliki desain yang sama dengan MATOA Mori, Kaili sendiri tercipta dari kayu mapple. 

Kali ini, MATOA menggandeng Yura Yunita sebagai brand ambassador MATOA Kaili. Sosok Yura yang mampu menampilkan warnanya sendiri di dunia musik sesuai dengan karakter MATOA Kaili dalam menampilkan gaya fenininmnya. 

Keindahan suku Indonesia masih menarik perhatian kita hingga kini. Kami yakin, dengan mengangkat keberagaman Indonesia ini dapat menciptakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia maupun diluar negeri. 


Tags :