image facebook pixel
Loading GIF - Matoa

MATOA Goes to Oxford Economic Forum


Langkah MATOA nyatanya tak hanya dipantau oleh dalam negeri saja, tetapi juga oleh dunia. Belum lama ini, MATOA diberi kesempatan menjadi narasumber untuk jurnal Oxford Economic. Oxford Economic adalah sebuah usaha komersial dengan Universitas Oxford untuk memberikan perkiraan dan bentuk ekonomi pada perusahaan Inggris dan institusi keuangan yang berkembang di luar negeri. Wawancara ini membahas tentang perjalanan Lucky Danna Aria sebagai CEO dari MATOA dan bagaimana mengembangkan bisnis tersebut yang akhirnya berhasil meraih customer hingga mancanegara. 

Dalam wawancara, beliau menjelaskan tentang rinci mengenai perjalanannya menjadi seorang pengusaha. Berawal dari tujuh tahun yang lalu, ia yang baru lulus SMA bekerja di perusahaan kue di Bandung. Saat itu gaji bulanannya sekitar satu juta rupiah dan mendapatkan upah tambahan selama Hari Raya (Ramadhan). Kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup ini yang membuatnya berfikir bahwa ada sesuatu yang harus diubah. Banyak orang mengatakan bahwa memulai perusahaan sendiri adalah keputusan yang berisiko, sehingga mereka menyarankan untuk tidak meninggalkan pekerjaan tetapnya. Namun beliau tetap bersikukuh dan memilih untuk mengambil risiko demi perubahan. 

Setelah melakukan banyak penelitian, ia melihat ada celah untuk menciptakan jam tangan khusus. Ia memulai dengan mencaritahu tentang apa yang disukai oleh konsumen, apa yang mereka butuhkan sebelum akhirnya merancang produk. Modal awalpun didapatkan dari keluarga dan teman-teman. Hal ini dilakukan karena beliau tidak memiliki jaminan apapun sehingga tidak memperoleh pinjaman dari bank. Jam tangan pertamanya dijual di sebuah pameran lokal di tahun 2011, dan akhirnya terintislah MATOA hingga saat ini. 

Seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi, nama MATOA mulai dikenal oleh pasaran luas hingga ke mancanegara. Jam MATOA yang awalnya didistibusi sekitar 3.500 unit akhirnya meningkat sebesar 160% dari tahun 2015 sampai 2016. 

"Jika Anda ingin mempertahankan bisnis Anda, pastikan Anda tidak membuat produk dan menjualnya ke pasaran tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan pada pertanyaan 'Mengapa?'. Mulai dengan pertanyaan pada diri Anda sendiri, 'Mengapa konsumen ingin membeli produk saya?'. Jika Anda tidak memiliki jawaban yang baik, Anda mungkin tidak akan berhasil," pesannya.

Tags :