image facebook pixel
Loading GIF - Matoa

Menilik Makna Dibalik Matoa Sunda


Kita tentu setuju jika Indonesia mewarisi banyak budaya dari Sabang sampai Merauke yang tidak terhitung jumlahnya. Kekayaan dan keindahan budaya Indonesia juga lah yang menginspirasi kami dalam membuat jam Matoa sampai hari ini, mulai dari pemilihan nama brand, material kayu yang digunakan, serta esensi dan nilai budaya Indonesia yang selalu terselip dalam setiap produk Matoa. Termasuk ketika kami membuat produk seri terbaru yaitu Matoa SUNDA.

Berbeda dengan produk ? produk Matoa sebelumnya yang selalu mengangkat nama ? nama pulau di wilayah timur Indonesia, Matoa SUNDA dibuat karena terinspirasi oleh keindahan alam dan budaya Sunda. Produk ini dipersembahkan sebagai dedikasi dan rasa terima kasih kami kepada tanah Sunda khususnya Jawa Barat sebagai homebase Matoa. Melalui Matoa SUNDA kami ingin mempertahankan nilai ? nilai filosofi budaya Sunda, karena pada dasarnya budaya lahir untuk mengantarkan kita agar memahami bagaimana berperilaku arif terhadap sesama, lingkungan dan tanah air.

Budaya Sunda memiliki makna dan mengajarkan kita untuk selalu bersikap baik memperlakukan alam, karena secara nurani setiap mahluk hidup seberapapun kecilnya selalu membutuhkan tatanan kehidupan yang seimbang, selaras, dan harmonis. Oleh karena itu, dalam proses pembuatan setiap jam tangan Matoa kami tidak pernah melakukan penebangan pohon tetapi sebagian besar material yang digunakan yaitu limbah kayu, kami pun melakukan penanaman pohon setiap tahunnya sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada alam. Dengan menggunakan kayu maple sebagai bahan utamanya, Matoa SUNDA memiliki desain simpel dan minimalis yang menginterpretrasikan kesederhanaan dan kerendahan hati masyarakat Sunda.

Dan beberapa waktu lalu kami merilis Matoa SUNDA secara resmi di Kampung Naga, sebuah perkampungan adat Sunda yang penduduknya masih sangat kuat memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Di balik keindahan alamnya, Kampung Naga menyimpan banyak kearifan lokal yang masih terjaga hingga hari ini, dan kesederhanaan masyarakatnya seperti mengingatkan kita untuk berpikir lebih dalam atas makna dari kehidupan. Tentu rasanya bangga ketika kami bisa mengangkat budaya kami sendiri dalam berkarya, karena bagaimanapun kita adalah bagian dari budaya kita sendiri. 


Tags :