image facebook pixel
Loading GIF - Matoa

The Nearest Gateway


Singapura, negara yang luasnya terkenal kecil ini justru menyimpan lebih banyak hal menarik daripada yang terlihat. Negara ini menjadi salah satu pusat ekonomi dan merupakan tempat berpadunya kedua budaya barat dan timur. Bisa dibilang, Singapura adalah satu-satunya negara di mana Anda dapat merasakan kebudayaan Tionghoa, Melayu, dan India di lingkungan yang sangat bersih lengkap dengan sarana angkutan umum yang memadai serta hotel-hotel berbintang berstandar internasional.

Tidak perlu waktu lama untuk singgah ke Singapura bagi kita masyarakat Indonesia. Hanya 2 jam perjalanan melalui udara dari Jakarta atau Bandung. Tidak heran jika warga Indonesia memilih Singapura sebagai destinasi liburan singkat. Bahkan untuk sekedar bersantai di akhir pekan sekalipun.

Gedung-gedung pencakar langit memanjakan mata kami begitu kami menginjakkan kaki di sana. Meskipun matahari panas menyengat, hal ini tidak menghentikan kami untuk mengeksplor setiap sudut Singapura. Namun prioritas tetap prioritas. Kami punya alasan utama kenapa kami mengunjungi negara ini (selain liburan tentunya), yakni i Light Marina Bay.

I Light Marina Bay merupakan festival kreatif yang memamerkan kreasi lampu di Marina Bay di mana para pengunjung dapat menyaksikan penggunaan cahaya lampu secara kreatif oleh berbagai seniman sekaligus menghabiskan waktu di bazaar. Kalau Anda sempat berada di sana, mungkin Anda melihat booth MATOA di antara ­tenants lainnya. Menjadi bagian dari festival tersebut merupakan salah satu pengalaman luar biasa bagi kami untuk berpartisipasi di ajang internasional. Tentunya di Indonesia pun ada banyak festival kreatif karya anak lokal dan kami pun sempat bergabung di antaranya. Tapi tidak ada salahnya kalau kami mencoba hal baru. Terutama di Singapura.

Oleh karena itu kami juga membawa target pemasaran kami ke area yang lebih luas: Singaporean, setelah sebelumnya hijrah ke Eropa. Beruntungnya kami saat menjumpai Naiise, toko yang mengusung sederet merk lokal maupun asing terpilih yang menawarkan beragam furnitur hingga alat tulis yang dibuat baik oleh desainer Singapore dan internasional. Tujuan Naiise sendiri sesuai dengan konsep MATOA dari awal mulanya: mendukung produk lokal supaya lebih dikenal dan dibanggakan oleh semua orang. Kami yakin bahwa dengan membawa koleksi pencatat waktu MATOA ke Naiise bagi para pelaku di dunia kreatif di Singapura adalah keputusan yang tepat.

Apa yang berada di itinerary selanjutnya mungkin bisa Anda tebak. Berbelanja tentunya. Apalagi mengingat Singapura adalah surga bagi para shoppaholic di mana Anda dapat menemukan apa pun yang Anda mau. Barang mewah maupun yang antik khas Asia sekalipun, siapapun bisa memuaskan keinginan belanjanya di sini.

Baca juga: http://www.matoa-indonesia.com/culture/post/21/7-Aplikasi-Wajib-Traveller

Tempat yang mendeskripsikan hal-hal di atas tadi adalah Haji Lane. Tempat ini merupakan kawasan tersembunyi bagi para hipster untuk nongkrong di café atau sekedar jalan-jalan menyisir butik-butik cantik dan bar di kala malam.

Pelaku kreatif seperti kami yang selalu berburu barang unik tentunya tidak mau melewatkan mengeksplor Arab Street yang di sepanjang jalannya dihiasi toko-toko spesial yang tidak akan bisa dijumpai di mana pun selain di sini. Seakan-akan toko dan café ini belum cukup hipster, jalanan Haji Lane ini sendiri dipercantik oleh ruko-ruko dengan warna-warni seperti permen dan mural di setiap dindingnya yang cocok untuk menambah koleksi foto Instagram.

Usai berbelanja dan menjadi hipster sehari ? harus kami akui kalau kami masih ingin berlama-lama di sana ? kami memutuskan untuk mengunjungi St Andrew Cathedral. Siapa pun pengunjungnya tidak mungkin bisa mengelak kemegahan gereja yang satu ini. Di tengah-tengah keramaian gedung-gedung tinggi Singapura, terselip St Andrew Cathedral yang menunjukkan makna budaya dan sejarah yang tersimpan di negara pulau kecil ini. Dominasi warna putih pada desain interior yang kontras dengan warna kayu gelap bangku gereja saat cahaya matahari mengintip dari balik jendela mozaik, mampu membuat siapa pun yang melihatnya ingin berlama-lama di dalamnya.

Tidak heran mengapa Singapura telah menjadi destinasi liburan terdekat favorit bagi orang Indonesia. Gedung-gedung megah di bawah kaki langit senja, ragam budaya, jalanan dan kebersihan di setiap sudutnya berhasil mencuri hati semua wisatawan dari berbagai negara hingga mereka ingin kembali lagi walaupun hanya dalam waktu yang singkat.


Tags :