image facebook pixel
keyalt

CONSIDER YOURSELF WARNED

They have been living with us.
As the blood moon rose,
they resurfaced along with the harnessers.

keyalt

Waspada Jemaat Rakai

Bukan rahasia bahwa keberadaan “Jemaat Rakai” hanya sebatas legenda. Tapi selalu ada cerita dan anggapan mengenai keberadaan mereka yang beredar di masyarakat. Salah satu anggapan populer menceritakan mereka sebagai sekumpulan pelajar yang secara tak sengaja mengembangkan sebuah penemuan berbahaya. Tak ingin mengulang kesalahan Oppenheimer, mereka memutuskan untuk membentuk sebuah kelompok untuk melindungi gagasan-gagasan mereka. Anggapan lain menyampaikan bahwa jemaat rakai dicetuskan oleh sekumpulan ilmuwan yang ingin memisahkan dirinya dari masyarakat. Beberapa mengatakan bahwa para jemaat ini menemukan jalan untuk berpindah dari bumi dan menemukan dunia yang lebih baik.
Sebagian orang percaya bahwa Jemaat Rakai hanyalah bualan atau propaganda pemerintah untuk mengurangi banyaknya kegiatan tengah malam. Satu hal yang pasti adalah keberadaan mereka berkaitan dengan malam berbulan, ritual-ritual tengah malam, dan berbagai kasus orang hilang. Hal ini menghadirkan kekhawatiran untuk keluar pada malam hari, mengingat sebuah kutipan yang diambil dari perkamen mereka yang bocor, “Manusia memiliki matahari, namun bulan, milik kami (Rakai).” Bertahun-tahun kami mencari kebenaran dari Jemaat Rakai. Hari ini, kami cukup beruntung untuk mendapatkan sebuah penerangan dari informan berharga kami. Dibawah ini percakapan kami dengan seorang yang mengaku mantan anggota yang dikeluarkan secara tidak hormat dari Jemaat Rakai.

keyalt

Rakai Speculations

WE HAVE CAPTURED A MEMBER OF RAKAI ORDER

keyalt

Amaya, the messenger.

“Silahkan sebutkan nama anda.”
“Amaya.”
“Nama lengkap?”
“Jemaat Rakai punya satu nama, membuang sisanya”
“Baiklah… mari kita mulai dari yang mudah. Peran anda di Jemaat Rakai?”
“Pemegang hak ke-14 dan anggota orbit pertama.”
“Apa yang dimaksud dengan pemegang hak ke-14?”
“Saya anggota ke-14 yang berhak atas nama Amaya. Tidak seperti kalian, kami tidak sembarangan menyalin nama dari buku dan karakter-karakter terkenal. Kami memanggil diri kami dengan nama-nama suci.”
“Bagaimana dengan orbit?”
“Tiga orbit.
Orbit pertama, anggota reguler dengan hak-hak reguler.
Jika dua orbit pertama memiliki anak, anaknya menggantikan mereka sebagai orbit pertama. Sang orang tua kemudian diangkat menjadi anggota orbit kedua.”
“Lalu, orbit ketiga?”
“Pengikat! Yang tertinggi dari kami… Mereka mengekstraksi energi dan menyebarkannya pada orbit lainnya”
“Apa yang membuat anda bukan Pengikat?”
“Hahahaha… alasan yang sama kenapa anda bukan Pengikat… Kita tidak punya kemampuan mereka.”

“Kemampuan? Anda terlalu banyak menonton film pahlawan super!”
“Tidak ada manusia super! Para Pengikat menjadi mulia karena mereka belajar selama bertahun-tahun!”
“Kemampuan untuk mengekstraksi energi dari sumber yang tidak diketahui… Siapa orang-orang ini?”
“Profesor, ilmuwan, seniman, CEO, orang-orang hebat yang berpengaruh di bidangnya. Mereka yang mencapai titik tertinggi dunia dan tidak berhenti. Mereka memilih untuk mempelajari lebih jauh mengenai energi”
“Saya mendengar banyak rumor yang beredar mengenai mereka. Kabarnya (sensor), Nyonya (sensor), (sensor), bahkan Tuan (sensor) merupakan anggota jemaat.”
“Ya… Mereka juga bisa menarik energi, tapi pengikat yang sebenarnya terhindar dari popularitas
“Seandainya anda ingin menjadi Pengikat, bagaimana caranya? Bagaimana cara pengekstraksian dari ‘energi’ yang anda sebutkan?”
“Nada bicaramu… Sepertinya anda tidak percaya akan energi ini.”
“Bukannya begitu, hanya saja… semua hal ini belum terbukti kebenarannya. Bulan hanya memendarkan sinar yang dipantulkannya dari matahari.”
“Betul… Tapi kalian tidak menyadari bahwa bulan telah menyerap energi dari matahari selama berjuta-juta tahun lamanya… Jemaat Rakai-lah yang menemukan cara untuk mengekstraksi energi tersebut. Pasokan energi yang tak habis-habisnya.”

“Tapi anda tidak mengumumkan ini pada dunia, kalian bisa menjadi jutawan!”
“Itulah alasan kami tidak mengumumkan hal ini pada dunia! Kalian hanya peduli tentang uang, kekuasaan, dan …”
“Lalu apa yang kalian cari?”
“Kelangsungan hidup”
“Maksud anda?”
“Kalian pikir kehidupan ini abadi?”
“...Sesuatu sedang terjadi dan kami tidak bisa mencegahnya…”
“Apa… apa yang terjadi? Darah… Mulut anda…”
“Energi itu… Satu-satunya cara untuk kita bertahan hidup.”
“Hentikan!”
“Tanpa sang Bulan, kita buta!”

keyalt

Amaya Interogation

Dengan sangat menyesal kami menyampaikan bahwa informan kami tidak lagi dapat menyampaikan apapun setelah wawancara. Ia ditemukan telah menggigit bagian lidah yang terhubung ke pita suaranya. Pihak dokter mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi, namun mereka sendiri menyatakan bahwa benar terjadi kerusakan dengan pita suaranya. Hal ini menjadi bukti bahwa Jemaat Rakai memang menguasai pengetahuan-pengetahuan yang belum kita pahami.
Kabar gembiranya adalah, melalui penyelidikan mendalam pada kediaman Amaya, kami menemukan informasi lebih lanjut mengenai Jemaat Rakai. Mohon diperhatikan bahwa teori-teori yang disampaikan berikut ini hanyalah kesimpulan-kesimpulan logis dari fakta-fakta yang ditemukan. Karena bahkan kami tidak bisa memastikan kebenaran dari ritual dan norma para Jemaat Rakai.
Empat Lilin
Di kediaman Amaya terdapat sebuah altar sederhana yang ia gunakan untuk membakar lilin. Empat wadah lilin menyebarkan wewangian beragam, tersusun di altar tersebut. Keempatnya mewakili “sabit”, “kuartal”, “cembung”, dan “purnama”. Saksi mata mengatakan bahwa Amaya melakukan pembakaran lilin sesuai dengan fase bulan.
Bola Bulan
Dapat diperkirakan bahwa dilakukannya ritual empat lilin tadi berhubungan dengan bola bulan yang berdiri di rumah Amaya ini. Setelah melakukan pengukuran dan analisa terhadap cetak biru rumah Amaya, kami menemukan bahwa bola bulan tersebut berdiri (dan terpatri ke lantai) tepat di titik pusat rumah tersebut. Kami percaya bahwa bola bulan tersebut merupakan pemancar energi, dan wewangian dari empat lilin berperan sebagai penyebar energi tersebut. Namun berdasarkan dari wawancara sebelumnya, Amaya bukanlah seorang pengikat, sehingga pasti bola bulan ini mengumpulkan energinya dari sumber lain. Dengan kata lain, bola bulan hanyalah merupakan sumber lokal untuk kediaman Amaya, sedangkan pusat energi terletak di tempat lain.
Jam Tangan Kayu
Ketika ditangkap, Amaya tidak menyembunyikan benda seperti telepon genggam, dompet, ataupun perhiasan. Ia dengan suka rela menyerahkan benda miliknya, kecuali sebuah jam tangan kayu moonphase yang sangat ia lindungi hingga membutuhkan lima orang lelaki untuk membuatnya menyerahkan jam tersebut. Mulanya kami beranggapan bahwa jam tangan tersebut merupakan semacam benda suci dari Jemaat Rakai. Namun keberadaan benda superfisial tanpa nilai guna sangat melenceng dengan jemaat Rakai yang menjunjung tinggi logika dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kami mencoba menganalisis hubungan antara jam tangan dan rumahnya.
Beberapa dinding ditandai dengan nama-nama hari seperti Sabtu dan Rabu. Menariknya, dinding-dinding ini merupakan dinding yang terletak paling jauh dari bola bulan. Ada beberapa pesan pengingat di beranda yang berisi,
“Energi Mobil - Tiap Kamis” dan “Jangan lupa jam tangan!”
Berdasarkan dengan hal-hal ini, kami berspekulasi bahwa jam tangan tersebut digunakan untuk “menyebarkan” energi ke tempat-tempat yang jauh dari bola bulan. Mungkin juga jam tersebut dapat “menyimpan” energi bulan ketika Amaya keluar rumah. Jam tangan tersebut bisa menjadi pemancar sekaligus sumber daya portabel yang butuh diisi daya secara teratur. Dapat dispekulasikan juga bahwa kayu merupakan bahan baku yang bersifat menyerap energi bulan, sehingga jam tangan mereka kebanyakan terbuat dari kayu.

Hal-hal diatas hanyalah pendapat belaka, meskipun ketika disampaikan pada Amaya, ia terlihat kesulitan menutupi penolakan palsu yang tersirat di wajahnya. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kami berhasil memahami garis besar “energi” dari Jemaat Rakai.
Meskipun begitu, kondisi paling mencengangkan baru dapat diketahui ketika malam tiba. Kami mendapatkan rumah Amaya tidak teraliri listrik sama sekali. Namun, tetangganya memberikan kesaksian bahwa sebelum ia tertangkap, rumah Amaya selalu benderang. Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa lampu di rumah Amaya bersinar lebih redup pada awal dan akhir bulan, namun bersinar lebih terang di antara tanggal 13 dan 18. Ini berarti energi yang dialirkan lebih kuat ketika bulan purnama.
Meskipun bersifat spekulatif, kami menyimpulkan satu hal tentang Jemaat Rakai. Tampaknya masyarakat tersembunyi ini mampu bertahan hidup hanya dengan apa yang mereka sebut dengan “energi bulan”. Keberadaan energi tersebut ditampik oleh para ilmuwan, namun jika kata-kata Amaya benar (yang mana sejauh ini masih akurat), orang-orang yang dapat memanfaatkan dan menyalurkan energi tersebut merupakan para maestro dalam bidangnya masing-masing. Ini menjelaskan alasan para ilmuwan pada umumnya tidak dapat memahami sumber daya spekulatif ini.
Kami memahami bahwa artikel ini tidak sepenuhnya dapat membuktikan keberadaan Jemaat Rakai, namun ini merupakan kontak pertama dengan mereka yang berhasil di dokumentasikan. Satu hal yang masih menjadi misteri ialah penyebab dikeluarkannya Amaya sebagai anggota jemaat. Jika ia melakukan sebuah kesalahan, kita seharusnya tidak dapat menghubunginya sama sekali, ia akan menghilang begitu saja. Kami percaya bahwa ia sesungguhnya adalah seorang penyampai pesan. Ia dikirim sebagai peringatan pertama. Untuk menyampaikan bahwa dunia ini sedang dalam bahaya, dan kita perlu memperbaiki cara kita hidup, sebelum alam memperbaikinya untuk kita.
Fase Bulan Darah dapat dipastikan merupakan sebuah fase bencana.

ILLUMINATE & HARNESS
THE POWER OF THE MOON

keyalt

Blue glare of hope and dreams.
The first wooden watch with Dome Glass

keyalt
keyalt

The Moonphase

keyalt
keyalt
keyalt
keyalt
keyalt
keyalt
keyalt
keyalt

MATOA Rakai moonphase on their wrists.
If you join them, you might survive from
what’s about to come.

keyalt

Join the Order of Blood Moon