image facebook pixel

MATOA WAY KAMBAS

Sumatran Rhino Limited Edition

keyalt

Indonesia, negara dengan sejuta panorama Indah yang tersebar di setiap pulaunya. Keindahan alam ini tidak hanya dibuktikan melalui pegunungan dan pantainya saja, tetapi juga kawasan pelestarian alam salah satunya Taman Nasional Way Kambas. Taman Nasional Way Kambas adalah surga bagi flora dan fauna langka di Indonesia.

keyalt
keyalt

Taman Nasional yang terletak di Kabupaten Lampung Timur ini menyimpan sejumlah hewan yang hampir punah salah satunya Badak Sumatra. Di Taman Nasional ini terdapat Suaka Badak Sumatra (SRS) sebagai salah satu upaya konservasi satwa langka tersebut. Dalam rangka melestarikan Badak Sumatra yang hampir punah, kami menciptakan MATOA WAY KAMBAS - SUMATRAAN RHINO LIMITED EDITION sebagai salah satu koleksi terbaru kami.

keyalt
keyalt

MATOA Way Kambas - Sumatran Rhino Limited Edition ini didedikasikan khusus untuk Badak Sumatra. Badak Sumatra adalah spesies terkecil diantara 5 spesies badak di dunia yang memiliki kulit berbulu dan berwarna coklat kemerahan. Keindahan cula dari Badak Sumatra menjadi sebuah mimpi buruk bagi mereka. Mereka diburu, dan tanduk mereka diambil untuk kebutuan manusia. Inilah yang membuat populasi Badak Sumatra kian menurun, terutama dengan perkembangannya yang sangat lambat. Badak Sumatra betina kawin setiap empat atau lima tahun dengan masa kehamilan selama 16 bulan. Spesies ini biasanya ditemukan di Sumatra, terutama di Bukit Barisan Selatan, Way Kambas, dan Taman Nasional Gunung Leuseur dengan perkiraan populasi dibawah 100 badak Sumatra.

keyalt
keyalt

Badak Sumatra sendiri memiliki julukan sebagai “Gardeners of The Forest” karena mereka pemakan lebih dari 100 spesies tanaman hutan. Uniknya, mereka menyebarkan kotorannya di habitatnya sehingga dari sana tumbuh tanaman baru yang menghijaukan hutan. Badak Sumatra memiliki sifat sangat pemalu dan tersembunyi di alam liar sehingga jarang bertemu dengan spesiesnya maupun manusia.

keyalt
keyalt

Karena didedikasikan khusus untuk Badak Sumatra, beberapa elemen dari jam tangan ini dikaitkan dengan unsur Badak Sumatra baik dari struktur tubuhnya maupun fenomena yang terjadi dari satwa ini.

keyalt
keyalt

Kayu Ebony Makassar: Kayu pada MATOA Way Kambas – Sumatran Rhino Limited Edition menggunakan kayu jenis Ebony Makassar (Diospyros macrophylia) dan didesain membentuk overlap sehingga akan tampak seperti lipatan. Desain ini dipilih untuk mewakili kulit Badak Sumatra. Badak Sumatra memiliki lipatan kulit yang unik, kulitnya cukup tipis sekitar 10-16 mm dengan permukaan lembut dan lentur.\

keyalt
keyalt

Ukiran dengan detail maksimal : Berbeda dengan yang sebelumnya, jam tangan ini diciptakan dengan tingkat kedetailan yang sangat tinggi. Setiap sisi arloji diukir dengan fokus maksimal untuk menciptakan lekukan yang lebih realistis. Ini dilakukan sesuai dengan bentuk tubuh Badak Sumatra.

keyalt
keyalt

Second Hand Dial : Untuk pertama kalinya, MATOA hadir dengan Quartz Seiko VD78 movement dengan menambahkan ‘detik’ di dalam dialnya. Penambahan ini diaplikasikan melalui Small Second Dial yang terletak di angka 6. Penambahan detik ini didedikasikan untuk Badak Sumatra yang setiap detik hidupnya sangat berharga karena mereka bisa terancam oleh perburuan liar kapan saja.

Selain dikaitkan dengan unsur Badak Sumatra,
jam tangan ini juga memiliki beberapa elemen, antara lain:

keyalt

Case

Case pada jam tangan ini dibuat dengan Tinggi 12.5mm, Lebar 41.31mm, Panjang 37mm, dan Dial 27mm. Jam ini dilengkapi dengan K1 flat glass untuk meningkatkan daya tahan seperti anti gores. Sebagai pelengkap, jam tangan ini dilapisi dengan Hand Polish Brass Spacer agar tahan lama.

keyalt

Dial

Dalam dial jam tangan, terdapat dua lapisan kayu Eboni Makassar yang membentuk overlap.

keyalt

Hand

Jarum jam, menit, dan detik dari Matoa Way Kambas - Sumatran Rhino dilengkapi dengan skeleton hand dan warna Gold Matte sebagai finishingnya. Desain baru ini dipilih untuk menambah value dari jam tangan edisi spesial ini.