Mengenal Lebih Dalam Seniman Pengrajin Di Indonesia

seniman-pengrajin-1-min
google.com

Sebelum menyelisik lebih jauh mengenai seniman pengrajin di Indonesia, ada baiknya kita mengetahui sedikit banyak tentang kesenian. Seni adalah sebuah kata berjuta makna yang dapat mempengaruhi perasaan orang lain, karena diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata. Sebuah kehidupan memiliki hubungan yang erat dengan segala bentuk kesenian, baik seni murni ataupun seni terapan.

Seni murni dan seni terapan memiliki perbedaan dari segi jenis, fungsi, bentuk dan contohnya. Secara singkat, seni murni merupakan hasil karya yang dibuat oleh seorang seniman yang semata-mata dibuat untuk dinikmati keindahannya saja, tanpa bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Sementara, seni terapan adalah jenis seni rupa yang hasil karyanya dapat digunakan untuk membantu kegiatan manusia. Selain mengandung nilai estetika, seni terapan juga harus mempertimbangkan sisi lain seperti keamanan, kenyamanan dan nilai guna.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas salah satu bagian dari seni murni, yakni sebuah seni kriya atau seni kerajinan tangan yang memiliki nilai fungsi atau yang dikenal dengan istilah craftsmanship.

Apa itu craftsmanship?

Merupakan sebuah kemahiran dalam membuat suatu produk bernilai artistik yang dilakukan oleh tangan terampil dari seorang craftsman atau seniman pengrajin. Produk yang dihasilkan dari kerajinan tersebut pada umumnya bersifat eksklusif dan memiliki nilai keadiluhungan baik secara fungsi maupun estetika.

Lantas, pernahkah terpikir oleh kamu tentang bagaimana Sebuah kerajinan tangan dibuat? Ternyata, berbagai benda yang ada di sekitar kita, baik yang fungsional maupun dekoratif seperti mebel, busana, aksesoris, peralatan rumah tangga, sebagian besar dibuat langsung oleh tangan dengan bahan baku yang diolah dari hasil sumber daya alam kita lho!

Indonesia merupakan salah satu negara yang produktif menghasilkan berbagai kerajinan tangan, karena dianugerahi oleh kekayaan alam yang melimpah ruah. Hal tersebut membuat sedikit banyak dari penduduk Indonesia, memilih profesi sebagai seorang pengrajin. 

Salah satu kerajinan tangan yang menarik dan banyak difungsikan untuk kebutuhan sehari-hari adalah kerajinan kayu. Faktanya, berbagai jenis kayu yang berasal dari kekayaan hutan-hutan di Indonesia tersebut, memiliki kualitas yang sangat unggul. Hal ini menjadi sumber ketertarikan bagi para seniman kayu yang berasal dari pedesaan, untuk dapat memanfaatkannya. Mereka adalah orang-orang dengan kreatifitas tinggi yang memiliki gagasan keterampilan, sehingga terciptalah sebuah istilah, yakni craftsmanship.

Tahukah kamu bahwa orang nomor 1 di Indonesia pernah menjadi seorang craftsman?

Bagi sebagian orang, mungkin belum banyak yang mendengar sebuah success story mengenai seorang craftsman yang datang dari orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi.

tukang-kayu-jokowi-min
google.com

Jokowi adalah lulusan dari jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus pada 1985, Dia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Beliau merantau selama dua tahun ke Pulau Sumatera demi mengumpulkan modal untuk membangun usahanya sendiri. Namun setelah merantau selama dua tahun dia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Solo dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati.

Jauh sebelum itu, Jokowi menjalani hidup dengan segala kesulitan yang dialami, Ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Beliau Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai bekerja sebagai penggergaji di umur 12 tahun. Jokowi belajar mandiri dari usianya yang masih kecil, usaha yang ulet dan telaten membuat Jokowi semakin mendalami hobi dan kecintaannya dalam membuat mebel yang Ia lakukan sambil mendengarkan alunan musik rock klasik kesukaannya.

Keahlian Jokowi menjadi seorang tukang kayu dapat dikatakan handal, Beliau pandai membuat mebel, perabotan untuk kantor, rumahan dari kayu. Bahkan, “kualitas yang disajikan oleh Jokowi sudah selevel dengan kualitas ekspor lho!” Kata salah seorang yang ada di rumahnya, tepatnya di kota Solo. Keahlian tersebut membuatnya terkenal hingga ke mancanegara, sampai datanglah seorang pebisnis asal Perancis bernama Bernard Chene yang pertama kali bertemu beliau pada tahun 1999 dalam rangka memesan mebel. Pebisnis tersebut biasa memanggilnya Jokowi, sementara kerabat dan teman temannya biasa memanggilnya Joko.

Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, dia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. “Usaha saya sampai sekarang masih berjalan. Perusahaan saya mengekspor mebel ke Eropa, Amerika, lalu sekarang banyak juga ke Korea dan Jepang. Jadi saya tahu betul seluk beluk berusaha”.

Dari kisah inspiratif tersebut kita mendapati sebuah bukti bahwasanya, keberadaan dan peran industri hasil hutan seperti bahan baku kayu memiliki kualitas yang tidak boleh diragukan, agar dapat difungsikan untuk kebutuhan hidup manusia. Perlu diingat bahwa tidak semua jenis kayu dapat digunakan lho! Jika kamu berminat untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba peruntungan untuk menjadi seorang pengrajin kayu, ada baiknya untuk mempelajari dahulu jenis-jenis kayu yang bisa kamu manfaatkan.

6 Jenis kayu asal Indonesia yang sering digunakan craftsmanship

Material kayu biasa digunakan untuk furniture, bangunan, produk atau kerajinan. Iklim dan tanah yang terjadi di Indonesia sangat mendukung tumbuh suburnya berbagai vegetasi yang menghasilkan berbagai varian kayu yang kuat dan bagus. Bahkan, eksploitasi kayu di Indonesia sudah berlangsung bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Hingga saat ini menyisakan lahan-lahan yang rusak karena kayu tersebut sudah dijarah. Meskipun demikian, masih banyak kayu-kayu yang saat ini masih dapat kita temukan karena kayu terus dibudidayakan, pun distribusinya dikendalikan oleh pemerintah melalui peraturan-peraturan yang ketat, kayu-kayu tersebut dipergunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan dan sebagian dapat kita beli di toko material kayu di berbagai tempat. Berikut adalah 6 Jenis kayu Indonesia yang harus kamu ketahui dan mungkin sering kamu temukan.

1. Kayu Jati

jenis-kayu-jati-min
google.com

Kamu pasti sudah sering mendengar atau bahkan melihat Kayu Jati. Jenis kayu di Indonesia yang memiliki predikat kayu kuat ini sering kali menjadi patokan bahan kayu yang berkualitas bagi banyak orang. Kayu Jati memiliki ciri khas warna umum coklat dengan guratan urat berwarna coklat gelap. Jarak antara satu dengan yang lainnya sedikit jarang. Kayu Jati dibawa ke Indonesia sekitar tahun 1800 oleh Belanda ke Indonesia. Tumbuh subur di beberapa daerah panas di pulau Jawa, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Kayu Jati yang berkualitas tinggi biasanya di supply oleh daerah yang memiliki temperatur panas dan tanah yang berkapur seperti di Jawa Tengah.

Kayu Jati memiliki kekerasan antara 630-720 Kgs/M3 dan terkenal akan kekuatan dan kepadatan yang mempengaruhi durabilitas kayu ini. Minyak didalam Kayu Jati dianggap membuatnya menjadi lebih tahan rayap. Selain itu pori-porinya yang kecil menyebabkan kayu ini dapat di finishing sangat halus. Kepadatan Kayu Jati membuatnya menjadi kayu favorit untuk dibuat ukiran.

Dengan berbagai karakter yang disebutkan tadi Kayu jati sangat cocok untuk dijadikan furniture berkelas dan bahan bahan ukiran.

2. Kayu Maple

kayu-maple-min
google.com

Kayu Maple dihasilkan dari Pohon Maple yang menyimpan memang keunikan,  karena warna daunnya bisa berganti-ganti tergantung dari musim dimana tumbuh. Pohon ini banyak tumbuh di kawasan Amerika dan sudah menjadi produk utama  yang ekspor dari negara tersebut. Pohon Maple bisa tumbuh dimana saja dan bahkan di negara kita sudah banyak masyarakat yang membudidayakan pohon dengan daun yang indah ini. Pohon Maple juga diperjualbelikan dari bibit sampai pohonnya dengan tinggi sekitar 2 meter sebagai hiasan.

Banyak masyarakat yang menyukai dan membeli pohon Maple karena warna daunnya yang cantik serta ingin melihat proses perubahan warna daunnya secara langsung. Proses pembibitan pohon Maple sangat lama dan paling cepat 40 hari hingga 120 hari. Metode pembibitan juga harus dilakukan dengan sistematis, karena jika hanya menanamkan benih diatas tanah, maka  akan membutuhkan waktu bertahun-tahun agar benih bisa tumbuh dan terlihat pucuk daunnya.

Kayu Maple memiliki 2 jenis bahan yaitu keras dan lunak. Jenis kayu ini berasal dari 2 pohon berbeda sehingga tingkat kekerasannya juga tidak sama. Untuk kayu Maple keras berasal dari pohon yang memiliki bentuk daun lebar, sedangkan kayu Maple lunak memiliki bentuk daun yang lonjong. Tentu saja kayu yang keras untuk berbagai kebutuhan seperti lantai dan lainnya. Sedangkan kayu lunak, biasanya digunakan untuk kebutuhan pahatan dan ukiran seperti gitar atau hiasan rumah.

Kayu Maple juga menjadi pilihan untuk bahan baku pembuatan jam tangan kayu, karena bentuknya sangat kuat serta terlihat cantik dan natural. Sangat cocok diaplikasikan untuk aksesoris sehingga terlihat lebih indah. Harga kayu Maple juga termasuk ekonomis sehingga menjadi salah satu alternatif daripada menggunakan bahan dari Kayu Cherry.

3. Kayu Meranti

kayu-meranti-min
google.com

Kayu Meranti dikenal juga dengan nama Kayu Kalimantan. Jenis ini merupakan kayu yang sering dipergunakan untuk membuat kusen, furniture dan panel. Julukan Kayu Kalimantan diperoleh karena meskipun dapat tumbuh diberbagai daerah di Indonesia sebagai negara tropis, Kayu Meranti tumbuh paling baik di daerah Kalimantan. Batang Kayu Meranti dapat tumbuh hingga 70 meter dengan diameter bisa mencapai 4 meter lebih. Kayu Meranti memiliki bahasa latin yaitu Mahoni Philipina, jika diperhatikan dengan seksama, Kayu Meranti berwarna coklat kemerahan dan tanpa urat (grain). Kamu akan menemukan Kayu Meranti yang dijual di toko material sebagai papan atau kaso. Kayu Meranti memiliki tingkat kekerasan antara 580-770 Kgs/m

Selain sebagai bahan bangunan dan furniture, Kayu Meranti juga dapat dijadikan Pulp untuk kertas dan buah Tengkawang dari beberapa jenis Meranti dapat dijadikan bahan baku untuk kosmetik.

4. Kayu Albasia

kayu-albasia-1-min
google.com

Kayu Sengon atau Albasia merupakan jenis kayu Indonesia yang khas daerah tropis dan dapat dengan mudah ditemui di berbagai toko material dalam bentuk kaso atau papan. Kayu Albasia termasuk kayu yang lunak dan sulit untuk langsung di finishing, karakternya yang berbulu dan berpori-pori besar dan mudah patah membuat Kayu ini tidak dapat langsung dijadikan material pembuat produk. Meskipun demikian permintaan Albasia yang meningkat dari tahun ketahun memberikan bukti bahwa penggunaan dan manfaat yang disadari produsen atas kayu ini juga semakin luas. Kenyataannya kayu yang mudah untuk di oleh ini dipergunakan sebagai bahan utama pembuatan kayu olahan seperti triplek dan blockboard, stick ice cream, pensil, korek api hingga bahan baku untuk kertas.

Papan dan balok Kayu Albasia sering kita temukan menjadi material bangunan penyangga dan sementara, digunakan untuk packing pada shipping atau pallet untuk barang. Warna nya putih kotor bercampur coklat tanpa urat, berpori-pori besar dan lunak.

5. Kayu Cendana

kayu-cendana-min
google.com

Kesan pertama yang kamu dapatkan pada Kayu Cendana adalah wangi. Jenis kayu Indonesia yang sering digunakan sebagai bahan baku dupa dan produk-produk kerajinan ini sebenarnya bukan merupakan golongan pohon yang tinggi bahkan bisa disebut sebagai parasit. Pohon Cendana hanya tumbuh hingga 15 meter dengan diameter batang hanya 30 cm, sulit dibudidayakan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat dipanen namun sangat diminati dipasaran menjadikan kayu ini relatif cukup mahal, bahkan dijual dengan takaran kilogram. di Indonesia Kayu Cendana putih dapat tumbuh subur di daerah NTT (Nusa Tenggara Timur) dan telah menjadi komoditas ekspor sejak lama.

Kayu Cendana yang diubah menjadi produk kerajinan dan furniture sebaiknya tidak di coating, tapi justru dibiarkan polos agar wangi dari Kayu Cendana ini dapat dinikmati saat berinteraksi dengan produk tersebut. Kayu ini sangat baik dan kokoh untuk dijadikan furniture dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi baik didalam maupun diluar negeri.

6. Kayu Eboni

kayu-eboni-min
google.com

Kayu Eboni memiliki nama latin Diospyros Celebica yang kabarnya jenis ini sudah cukup langka. Perpaduan warna hitam dan coklat dengan urat yang kontras pada jenis kayu Indonesia yang terkenal dengan nama Macassar Ebony dan Black Ebony ini membuatnya menjadi kayu yang sangat diburu oleh bangsa Jepang, Eropa dan Amerika. Kegiatan ekspor kayu ini mencapai puncaknya pada tahun 1973 dengan jumlah mencapai 26.000 m3 dan terus menurun hingga kini ditetapkan oleh IUCN dan 2000 WCN (World Conservation Union) Red List of Threatened Species sebagai kayu yang dilindungi.

Kayu dengan urat yang eksotis ini kerap dijadikan bahan baku pembuatan alat musik seperti gitar, piano hingga biola. Kayu ini juga digunakan sebagai tongkat, ukir-ukiran, patung dan juga perhiasan.

Kayu Eboni semakin populer karena berbagai benda yang menggunakan kayu tersebut melalui tahapan pengerjaan tangan atau olahan pabrik  yang terjaga kualitasnya. Kayu Eboni menjadi buruan setiap kolektor, meski harganya ternilai sangat fantastis. Bahkan, penduduk Jepang menjadikan material kayu hitam ini menjadi simbol status ekonomi.

Para pelaku bisnis di Indonesia, sudah mulai mendayagunakan Kayu Eboni sebagai bahan baku di bidang fashion karena memiliki ketahanan yang awet serta rupanya yang licin dan tampak sempurna tanpa harus banyak dipoles oleh mesin atau tangan. Intinya, Kayu Eboni gak lebih kalah tenar dibanding Kayu Jati deh!

Selain mempelajari jenis-jenis kayu, kamu juga diwajibkan untuk melestarikannya ya! Jangan sampai mendayagunakan bahan kayu tanpa melakukan penanaman kembali hutan atau yang disebut dengan reboisasi.

Jika akhirnya kamu berminat untuk menjadi seorang craftsman, kamu dapat mencari inspirasi lewat sebuah brand lokal di Indonesia. MATOA hadir sebagai pioneer dan menjadi wadah bagi para pelaku kreatif dalam memanfaatkan bahan Kayu Eboni dan Kayu Maple sebagai aksesoris jam tangan kayu berkualitas.

Hasil kreasi dari kedua bahan kayu tersebut juga sangat beragam lho! Kamu bisa lihat lebih banyak di MATOA Indonesia.

Find our products on