Musik Sebagai Identitas Diri. Benarkah?

musik-identitas-diri
Google.com

Musik adalah sebuah produk seni yang sangat melekat dan menjadi bagian dari kehidupan manusia baik dalam aktivitas  sakral maupun profan, di dalam musik terdapat sebuah daya magis yang mampu menghipnotis, oleh karenanya musik memiliki peran yang sangat penting sepanjang sejarah manusia. 

Dapat dikatakan, segala unsur musik tidak dapat dipisahkan dari manusia karena musik dapat merepresentasi gagasan, kreasi dan ekspresivitas manusia sebagai individu maupun makhluk sosial. Selain mengungkapkan perasaan dan emosi manusia, musik diciptakan bukan hanya untuk dinikmati keindahannya saja, tapi juga dijadikan sebagai sarana mengungkapkan rasa kekaguman manusia terhadap dirinya sendiri, manusia lainnya, kehidupan alam semesta dan pada Sang Pencipta Alam. Hal ini yang membuat musik pada zaman dahulu dijadikan sebagai media dalam kegiatan beribadah, ritual keagamaan dan lain sebagainya.

Dalam peribadatan kuno, musik ialah jembatan yang mampu menggerakkan manusia yang lainnya menjadi satu-rasa, oleh karenanya dikatakan mampu membangun daya magis. Hal itu dapat kita rasakan bahkan hingga masa sekarang, puji-pujian, doa-doa diucapkan dengan merdu bukan semata-mata untuk keindahan saja, melainkan membangun kekhusyukan ibadah. Telah banyak kita lihat di berbagai umat beragama dalam peribadatannya, di dalamnya kita temukan banyak unsur musik, azan, qira’at, pembacaan mantera, atau hymne.

Perjalanan Musik Di Indonesia

perjalanan-musik-indo
Google.com

Di Indonesia, seni musik nusantara telah muncul dan berkembang sejak lama, pada zaman jauh sebelum masuknya agama Hindu-Budha. Sehingga bisa dikatakan bahwa seni musik telah melampaui batas bahasa, kebudayaan, bahkan agama.
Musik Nusantara berkembang sebagai cerminan identitas Indonesia, baik dari segi bahasa maupun karakter melodinya. Sudah sejak lama sejarah musik Indonesia bermula. Untuk merunut perkembangan musik di Indonesia, ada beberapa tahap dari era Hindu-Buddha hingga era modern.

1. Masa Sebelum Hindu-Buddha

Pada masa-masa awal perkembangan musik di Nusantara, sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha, musik digunakan sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, suara-suara yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu dipercaya memiliki kekuatan magis.

Di masa itu, alat musik yang digunakan berasal dari alam sekitar. Seperti contohnya dikenal alat musik kledi yang merupakan salah satu alat musik bambu yang terdapat di Asia Tenggara. Sejumlah batang bambu ditanam di tanah dengan ukuran berbeda-beda yang kemudian menghasilkan bunyi yang indah dari tiupan angin.

2. Masa Setelah Hindu-Buddha

Setelah masuknya Hindu ke Nusantara yang ditandai dengan berdirinya Kerajaan Kutai dan Tarumanegara pada abad ke-4, musik mulai masuk ke ranah istana kerajaan. Masa itu, peran musik tak cuma sebagai bagian dari kegiatan ritual, namun juga menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan istana, seperti menjadi hiburan untuk para tamu istana.

Musik-musik istana kian berkembang pesat khususnya di daerah Jawa yang berupa alat musik gamelan. Alat musik gamelan terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu: kelompok balungan, blimbingan, pencon, kendang, dan kelompok pelengkap.

3. Masa Setelah Masuknya Pengaruh Islam

Dimulai abad 14, Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran dan kehancuran. Sementara itu, terjadi perkembangan pesat kerajaan-kerajaan Islam yang berkuasa hingga Sumatera. Tentu saja, hal ini membuka jalan bagi kebudayaan Islam (Timur Tengah) untuk memberikan pengaruh kuat dalam berbagai bidang, termasuk seni musik.

Jenis musik yang diperkenalkan oleh para pedagang Arab masa itu berupa alat musik gambus, rebana, dan rebab. Namun dalam perkembangannya, alat-alat musik ini mengalami perbedaan nama, bentuk, dan cara memainkannya di setiap daerah.

Dalam perkembangan alat musik gambus (sejenis gitar/mandolin), ketika memainkannya biasanya diiringi dengan alat musik lain seperti biola, akordeon, gendang, seruling, dan bas yang membentuk kelompok jenis musik baru yang dikenal dengan orkes gambus.

4. Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Nusantara juga turut memberikan pengaruh besar dalam perkembangan musik di Indonesia. Selain melancarkan kolonialisme, para pendatang ini juga memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, seperti: biola, cello, gitar, flute, dan ukulele. Mereka juga memperkenalkan sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu.

Pada era inilah, Indonesia mengalami permulaan perkembangan musik modern. Para komponis Nusantara menciptakan karya musik berupa kombinasi musik Barat dengan musik Nusantara. Karya musik tersebut kemudian dikenal sebagai musik keroncong.

5. Masa Modern/Kontemporer

Berawal dengan masuknya media elektronik ke Indonesia, terjadilah arus globalisasi yang tak dapat dibendung. Berbagai budaya Barat mulai masuk ke dalam negeri termasuk berbagai aliran musik seperti: pop, jazz, blues, rock, R&B, hingga musik-musik India yang banyak diperkenalkan melalui film-filmnya.

Dalam era modern perkembangan musik di Indonesia ini, muncul berbagai jenis musik baru yang memadukan unsur-unsur musik asing dengan musik Nusantara. Seperti contohnya musik dangdut yang merupakan perpaduan antara musik India dengan musik Melayu.

Selain itu, berkembang pula jenis musik yang mengkombinasikan unsur-unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik Barat, terutama pada alat-alat musiknya. Perpaduan musik ini kemudian menghasilkan jenis musik yang dikenal dengan musik etnis.

5 tahap perjalanan musik di Indonesia tersebut, tidak berhenti sampai disitu saja. Semakin berkembangnya peradaban manusia, varietas musik pun terus berkembang hingga melahirkan banyak genre dan subgenre yang bermacam-macam.

Kian Eksploratif, 5 Genre Musik Baru Di Era Milenial

Generasi milenial ( 1980 – 1995 ) cukup banyak berkontribusi dalam memunculkan genre baru yang pada akhirnya, memiliki penikmatnya sendiri. Tentu, ini tidak terlepas dari sejarah musik itu sendiri, banyak dari mereka yang kreatif dalam mengolah dan mengemas esensi-esensi musik yang sudah ada di zaman dahulu, lalu melakukan eksplorasi secara otodidak atau memanfaatkan teknologi yang semakin maju. Lahirnya genre musik milenial yang baru yang mendunia, tentu tidak luput dari hadirnya internet yang membuat para musisi atau seniman musik dapat dengan mudah membagikan karya mereka secara digital dan didengarkan oleh seluruh penikmat musik dari berbagai kalangan di seluruh penjuru bumi. 

Musik adalah selera, setiap orang tentu memiliki perbedaan dalam menentukan sendiri tentang selera musik apa yang ingin ia dengarkan. Banyak orang yang selalu ingin uptodate terhadap musik-musik baru, ada juga yang seleranya terhenti di pilihan lagu yang sama secara berulang.

Melalui sebuah survei yang melibatkan sebanyak 1.000 responden di Inggris, diindikasikan bahwa orang-orang akan berhenti mendengarkan musik yang baru saat mereka berada di usia 30 tahun.
Kesimpulan itu didapatkan setelah mereka melakukan kajian terhadap preferensi dan kebiasaan mendengarkan musik dari setiap respondennya. Hasilnya, sebanyak 60 persen responden diketahui ‘terjebak’ dalam lagu yang sama. Sementara, seperempat dari responden mengaku tidak ingin mendengarkan musik lain, selain dari genre yang disukai.

Uniknya, survei tersebut juga menunjukkan bahwa puncak dari eksplorasi musik seseorang terjadi pada usia 24. Hal itu dibuktikan dengan adanya 75 persen responden yang mendengarkan sekitar 10 lagu baru di setiap minggunya.

“Dengan banyaknya musik brilian di luar sana, sangat mudah untuk merasa kewalahan. Hal ini sering berakhir pada terjebaknya kita dalam ‘kelumpuhan musikal’ ketika kita menginjak usia 30-an,” tutup Adam Read selaku Musik Editor Deezer Inggris & Irlandia, dikutip dari Business Insider.

Untuk kamu yang masih aktif dalam mengeksplorasi musik-musik baru, berikut kami rangkum rekomendasi genre musik baru yang mulai santer terdengar di era milenial ini

1. Dream Pop

dream-pop
Google.com

Dream pop, sebuah istilah yang sekilas terdengar seperti aliran musik. Pada faktanya, dream pop memang termasuk sebagai salah satu genre musik. Sejarah cukup panjang mewarnai kemunculan dream pop sebagai salah satu skena musik yang juga mewarnai industri musik global.
Pada dasarnya dream pop adalah dari musik pop modern yang bernuansa vintage dengan menggabungkan ambient pop dan neo-psychedelia yang terkenal di era 80an. Beberapa musisi yang juga mempopulerkan genre dream pop adalah Lana Del Rey, Fazerdaze, Julia Shapiro, Cigarettes After Sex, dan Grimes.

2. Folk

folk
Google.com

Folk bisa dibilang sebagai genre musik indie yang saat ini paling banyak digandrungi milenial. Aliran musik tersebut membahas soal keadaan atau kondisi saat ini. Biasanya, lagu-lagu genre ini diiringi oleh alat musik akustik atau merupakan gabungan antara alat musik modern dan alat musik tradisional lainnya, sehingga alunan instrumen yang dihasilkan musik folk kental dengan musik etnis.

Beberapa band atau musisi luar yang mengusung konsep musik folk, diantaranya adalah First Aid Kit, Joan Baez, Bob Dylan, Bon Iver.

Beberapa tahun belakangan ini, musik folk sangat booming di kalangan generasi milenial Indonesia. Tak heran, jika Folk Music Festival 2018 dihadiri oleh lebih dari 5.000 penonton! Angka yang sangat fantastis, bukan?

Melihat banyaknya peminat musik folk, maka banyak sekali lagu dengan aliran tersebut yang bermunculan. Beberapa musisi folk yang populer di Indonesia, diantaranya adalah  Sore, Tigapagi, Danilla Riyadi dan Stars and Rabbit.

3. EDM

edm
Instagram/hmgnc/

Terakhir, ada genre musik EDM yang sangat booming dalam beberapa tahun ini. Hal itu tak terlepas dari banyaknya peminat yang menyukai aliran musik tersebut. Menurut riset yang dilakukan Nielsen, mayoritas penggemar musik EDM adalah generasi milenial.

EDM atau Electronic Dance Music memang mendorong para pendengarnya untuk menggerakkan tubuh mereka alis berjoget. Itulah alasan mengapa aliran musik ini sangat cocok dikonsumsi oleh generasi milenial, karena mengandung nuansa positif dan menyenangkan!

Genre musik barat beraliran EDM yang paling terkenal adalah Daft Punk, David Guetta, The Chainsmokers, Skrillex atau Avicii. Tidak kalah saing dengan musisi luar, Indonesia juga menghadirkan musik EDM yang dibawakan oleh band seperti Bottlesmoker, Homogenic dan Goodnight Electric.Setelah mengetahui deretan genre musik di atas, mana yang paling sering kamu dengarkan? Mungkin ada beberapa genre lain seperti R&B, Alternative Rock, Jazz atau bahkan genre musik cadas seperti Hardcore, Thrash Metal dan Black Metal yang menjadi daily playlist kamu. Apapun itu, semua perbedaan ini hanyalah persoalan selera, bukan?

Modernisasi Alat Musik Digital

alat-musik-digital
Google.com

Selain eksplorasi tentang genre, ada satu peran yang tak kalah penting dari perkembangan industri musik, yakni alat musik digital. Seperti yang kita ketahui, alat musik terdiri dari berbagai macam, seperti gitar, piano, bass atau biola. Bahan baku untuk pembuatan alat-alat musik tersebut kebanyakan dibuat dari berbagai jenis kayu, seperti kayu maple.

Dewasa ini, saat kamu menelusuri lebih dalam jagat raya musik beserta segala peralatan yang mendukungnya, ternyata tidak sedangkal yang kita kira lho! Banyak sekali alat musik elektronik atau digital yang menghasilkan berbagai macam aransemen musik baru, seperti berikut ini

1. Arq Aero RhythmTrak

arq-aero
Google.com

Salah satu yang kian marak saat ini adalah sebuah perangkat music baru telah diluncurkan oleh Zoom Amerika Utara, yang disebut dengan Arq Aero RhythmTrak. Bentuk alat music digital ini bulat seperti cincin memiliki base station dan dilengkapi dengan lampu LED warna-warni. Dilansir dari Mashable, RhythmTrak memungkinkan kamu untuk menghasilkan segala bentuk suara dari ketukan atau pola sequencing drum menghasilkan suara synthesizer.

Selain lampu pelangi LED, alat musik ini memiliki kemampuan nirkabel bluetooth, perangkat yang sempurna dirancang untuk mengendalikan perangkat MIDI. Alat ini juga merupakan accelerometer dan memiliki 96 velocity yang bersifat sensitif terhadap tekanan.

Base station dapat menyimpan hingga 468 instrumen dan gendang suara, serta beragam efek, seperti reverb, penyaringan dan delay. Kamu juga dapat menambahkan audio sendiri melalui ganda input basis stasiun 1/4-inch.

Penasaran berapa kocek yang harus kamu keluarkan untuk memiliki Arq Aero RhythmTrak ini? Yup! Alat musik digital ini dibandrol seharga kisaran 8.3 juta rupiah. Harga yang cukup fantastis, namun layak untuk kamu yang memiliki jiwa bermusik yang tinggi!

2. Synthesizer

synthesizer
Google.com

Jika kamu tertarik dengan genre musik EDM, Synthesizer merupakan perangkat musik yang digunakan untuk membuat gelombang suara. Gelombang suara itu diolah sedemikian rupa untuk menghasilkan aransemen musik elektronik. Dan, salah satu instrumen wajib pada perangkat Synthesizer adalah digital synthesizer.

Digital synthesizer berbentuk keyboards yang telah dibenamkan berbagai macam jenis suara yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan pemainnya. Umumnya, dalam meramu musik elektronik, para musisi menggabungkan sound digital synthesizer dengan program komputer.

Berencana memiliki sebuah synthesizer? Persiapkan dana yang cukup besar ya! Karena alat musik digital ini memiliki varian harga yang cukup beragam, beberapa merek synthesizer yang terkenal seperti Roland Juno Gi, Minimoog Voyager XL, Yamaha Motif XS atau Behringer Deepmind 12, dibandrol dengan harga kisaran 6 juta hingga 70 juta rupiah.

3. Drum Elektrik

drum-elektrik
Google.com

Kamu yang hobi main drum, tentu wajib berlatih setiap saat agar permainan kamu bisa semakin bagus saat bermain dalam sebuah band. Berlatih drum tidak bisa hanya seminggu sekali dan mengandalkan drum yang ada di studio musik saja. Jika ingin jadi pemain yang profesional, kamu wajib memiliki sendiri drum untuk berlatih. Dengan adanya drum kit di rumah kamu bisa mengasah kemampuan kamu setiap saat.

Ada dua jenis drum yang bisa kamu pilih, yakni drum akustik dan drum elektronik. Untuk dimiliki di rumah, sebaiknya kamu memilih drum elektrik. Ini merupakan jenis drum yang mempunyai pad-pad trigger sehingga akan menghasilkan bunyi gelombang elektronik. Drum yang satu ini memiliki banyak kelebihan lho! Diantaranya, hemat tempat karena memiliki desain yang minimalis, stick drum yang lebih awet, tidak memerlukan cymbal dan sudah terdapat metronome di dalamnya.
Kisaran harga untuk satu set drum elektrik adalah 5 hingga 10 juta rupiah, tergantung dari merek yang ingin kamu gunakan.
Apakah kamu sudah ada rencana untuk membeli drum elektrik?


Memaknai musik sebagai identitas, tentu tidak dapat digeneralisasi. Karena pada kenyataannya, tidak semua manusia menyukai musik. Namun meski begitu, musik adalah sebuah komponen yang sangat melekat dalam segala bentuk aktivitas yang ada di muka bumi ini.
Musik bisa menjadi sumber observasi dan identifikasi yang cocok untuk mengenal lebih dalam tentang karakteristik seseorang. Musik selalu bisa menjadi perbincangan yang hangat untuk dibicarakan. Musik juga dapat mengekspresikan segala bentuk emosi, entah itu kesedihan atau kebahagiaan bagi siapapun yang mendengarnya.
Lebih dari sebuah seni, musik adalah sebuah isme yang maknanya selalu meluas dari waktu ke waktu.  Musik adalah identitas diri!
Pertanyaannya, apakah kamu adalah salah satu orang yang sudah berhasil menemukan identitas diri melalui musik?

Find our products on